Thursday, April 17, 2014

Sang Patriot karya Irma Devita

Devita, Irma
Sang Patriot/Irma Devita; penyunting, Agus Hadiyono, - Jakarta: Inti Dinamika Publisher, 2014
280h; 20,5 cm
ISBN 978-602-14969-0-9
I.  Judul.  II. Irma Devita   III. Agus Hadiyono

Buku ini adalah pemberian penulisnya yang cantik, Irma Devita Purnamasari, SH. MKn. Saya tahu tentang buku ini dari Zuhanna dan RZ Hakim, dan tertarik karena temanya yang jarang, yaitu tentang kepahlawanan. Belakangan saya terjebak diantara anak-anak muda yang banyak menulis tema cinta. Tapi saya masih muda juga kok, heheheee.... Tema kepahlawanan akan memberi saya wawasan tentang sisi lain kehidupan, yaitu cinta yang lebih universal. Terima kasih ya.

Saturday, April 12, 2014

A Cup Of Tea: Cinta Buta


Judul: A Cup Of Tea Cinta Buta
Penulis: Andiana Moedasir, Angelina Julia, Artmeza, Carolina Ratri, Dian Iriana, Dwi Rahmawati, El Syifa, Evi Sudarwanto, Ika Akbarwati, Kalis Mardiasih, Maya Floria Yasmin, Mey Zhafira, Riana Dewi, Said Umar, Tikah Kumala, Uni Dzalika, Veronica Faradila, Wangi Mutiara Susilo, WInda Krisnadefa, Yuska Vonita
Penyusun: Herlina P Dewi
Penerbit: Stiletto Book, Cetakan 1, Januari 2014

Saturday, January 11, 2014

Mengapa Memilih Jalan Teror Oleh Mirra Noor Milla

Judul: Mengapa Memilih Jalan Teror
Penulis: Mirra Noor Milla
Penerbit: Gadjah Mada University Press, 2010
Alasan membaca: pemberian untuk membantu menerjemahkan.

Sunday, September 15, 2013

Sejenak Hening oleh Adjie Silarus

Judul: Sejenak Hening
Penulis: Adjie Silarus
Penerbit: Metagraf, Agustus 2013
Alasan membaca: rekomendasi teman

Setelah membaca:
Seorang teman merekomendasikan buku ini dengan catatan, "Bacanya malam ya, kalau sudah sepi, biar benar-benar bisa memaknainya."
Memang benar, buku ini sangat bermakna dibaca ketika sunyi, bukan karena judulnya, bukan pula karena susah dimengerti sehingga perlu konsentrasi. Kala sunyi, buku ini mampu menjangkau jauh kedalam sanubari kita karena kita diajak kembali ke diri kita yang hakiki, yaitu apa yang paling kita perlukan dalam hidup.

Saturday, July 20, 2013

Macaroon Love oleh Winda Krisnadefa

Macaroon Love di meja novel Gramedia Pekanbaru
Judul: Macaroon Love
Penulis: Winda Krisnadefa
Penerbit: Penerbit Qanita, Maret 2013
Alasan membaca: diacungi golok sama penulisnya.

Setelah membaca:
Buku ini pernah masuk dalam naskah unggulan lomba penulisan romance Qanita, karenanya calon pembaca seperti sudah mendapatkan jaminan mutu sebelum membacanya. Tapi fiksi adalah soal kemampuan berimajinasi yang tak sama pada setiap orang, yang kemudian berimbas pada tingkat keromantisan masing-masing dalam menangkap cerita.

Di halaman-halaman depan, saya harus menyesuaikan diri dengan sapaan Nene dan Jodhi. Mengapa tidak nenek saja supaya mantap? Mengapa tidak memberi sapaan yang lebih santun pada Jodhi? Tapi kemudian saya ingat punya seorang teman seperti Magali, yang memanggil ayahnya dengan nama. Apalagi Jodhi jarang hadir di kehidupan Magali, saya rasa itu sangat bisa diterima. Begitu pun sapaan Nene, saya rasa kita punya panggilan spesial untuk orang-orang yang sangat dekat dengan kita.

Sunday, July 14, 2013

Rahasia Menjadi Manusia Kaya Arti oleh Abdul Cholik

Penulis: Abdul Cholik
Penerbit: Leutikaprio, Januari 2013
Alasan membaca: salah satu hadiah pemenang giveaway menulis cerpen di blog www.abdulcholik.com dengan judul Misteri Dibalik Layar (Tamat)
Setelah membaca:
Pakde Cholik adalah sosok yang sangat dikenal di kalangan blogger. Beliau menganggap hubungan antar blogger itu layaknya paseduluran saja, agak beda dengan beberapa blogger terkenal yang sebagian memilih menjadi super komersial atau sebaliknya menjadi sangat militan. Padahal beliau adalah seorang

Thursday, March 21, 2013

Amba oleh Laksmi Pamuntjak

Judul: Amba
Penulis: Laksmi Pamuntjak
Penerbit: PT Gramedia Pustaka Utama, 2012
Alasan membaca: hadiah kuis.
Setelah membaca:
Dalam kisah Mahabharata, Amba adalah seorang putri yang dicampakkan oleh dua ksatria, Salwa dan Bhisma. Novel ini terinspirasi kisah cinta segitiga itu dengan pengembangan yang sangat menarik berlatar belakang pertikaian partai politik tahun 1960-an, dengan PKI sebagai pihak yang akhirnya kalah.
Amba dikisahkan sebagai gadis desa, anak seorang kepala sekolah, yang sejak kecil dimaklumi memiliki kemauan yang keras. Keberanian Amba mengambil berbagai keputusan karena tidak ingin terjebak dalam keinginan-keinginan yang terpendam seperti ayah ibunya, membuat hidupnya yang semula mulus, berbelok jauh dari harapan orangtuanya.
Pada awalnya, sang ayah berhasil mengendalikan Amba. Amba menurut, pun ketika didekatkan dengan Salwa, seorang dosen di